Ernesto Aryasatya Hastungkoro

Hari Senin,20 Juli 2009 adalah salah satu hari terindah dalam hidupku.Tuhan menganugrahkan seorang putra kepadaku. Hari itu adalah salah satu titik dimana satu lagi fase kehidupan akan kujalani.Menjadi seorang ayah!!! wowww…luar biasa!!
Seorang putra yang sudah kuidam idamkan telah lahir.
Saat menegangkan adalah ketika mendampingi istriku yang bertarung bertaruh nyawa untuk melahirkan putraku. Setelah mengalami kontraksi dari hari minggu malam,akhirnya putraku lahir hari Senin pukul 20.40.Kutemani istriku,kukuatkan dengan doa2 (malam itu adalah salah satu doa terkhusyuk yang pernah aku panjatkan).Setelah mengejan lebih dari empat kali akhirnya bayiku keluar dari perut istriku.
Mendengar tangisan pertama bayiku adalah salah satu momen terindah dalam hidupku.Aku berpelukan dengan istriku dan menangis terharu.Hmm,betapa besar kuasa Tuhan.Hari itu aku menjadi sangat religius hehe. Setelah dimandikan,kugendong bayiku dan ku lafalkan doa Bapa Kami di telinganya sebagai tanda sujud syukur kepada Tuhan.
Kunamakan anakku : Ernesto Aryasatya Hastungkoro,yang berarti Lelaki yang mulia dan sanggup menghadapi masalah. Ernesto = lelaki serius
Aryasatya = penuh kemuliaan
Hastungkoro = Sanggup menghadapi masalah
Kata orang nama adalah doa,dan itulah doaku untuk anakku.
Sekarang aku punya tanggung jawab besar menjaga anugrah Tuhan ini…dan aku akan melakukannya…
Tradisi “Ujung” yang menyenangkan

Setiap lebaran tiba,aku selalu kangen dengan tradisi “Ujung”. Ujung adalah nama lain dari silaturahmi.Ujung adalah tradisi silaturahmi,sungkem,saling mengunjungi di hari lebaran untuk saling bermaap-maapan. Ketika aku kecil
saat yang kunantikan adalah ujung berkeliling ke tetangga.Aku bersama kawan kawan sebaya berkunjung ke setiap rumah untuk silaturahmi.Tujuan utamanya adalah mencicipi semua makanan enak. Syukur-syukur dapat “Fitrah” alias dikasih uang.
Kami hafal rumah mana saja yang menyediakan makanan enak.siapa saja yang
memberi fitrah,dan siapa saja tuan rumah yangmenyebalkan alias memberi wejangan terlalu lama.
Prosesi ujung kami adalah penunjukan siapa di antara kami yang akan mewakili sungkem ke tuan rumah.Kemudian wakil kami itu melakukan sungkem pertama dan mewakili kami semua untuk memohon maaf atas
kesalahan yang kami buat dan mengucapkan selamat idul fitri. Kata-kata yang diucapkan kira-kira begini : ” Kulo kaliyan rencang-rencang badhe ngaturaken sugeng riyadi,sedoyo kalepatan nyuwun pangapunten.mugi kalebur ing dinten riyoyo punika.” Terjemahan bebasnya adalah :,”Saya bersama teman-teman mengucapkan selamat hari raya idul Fitri,semua kesalahan mohon dimaafkan,semoga dosanya lebur(hilang) di hari raya ini.”
Kemudian sang tuan rumah menerima sungkem kami dan memberi wejangan-wejangan kepada kami.
Ada beberapa rumah yang menjadi “musuh” kami karena tuan rumahnya selalu memberi wejangan yang terlalu lama dan membosankan.Salah satu musuh kami adalah simbahku alias kakekku,wejangannya terlalu lama.
Tradisi ujung ini dilakukan pada lebaran hari kedua.Setelah paginya ujung
dengan keluarga besar,sorenya kami berkumpul untuk ujung berkeliling desa.
Dalam ingatanku,tradisi ujung itu selalu menyenangkan.Banyak kejadian lucu yang selalu terkenang.Salah satunya adalah ketika wakil kami sungkem dan tuan rumah takzim mendengarkan,aku dan temanku mengambil makanan yang enak,dimasukkan ke baju kemudian kami keluar pelan-pelan dan kabur.Hasilnya nanti dimakan rame rame..hehe..
Tradisi ujung akan selalu kurindukan…
Kreo, 22 September 2009
QZRUH vs JOXZIN
Hampir di setiap kota dan setiap jaman selalu ditemukan fenomena gank(geng). Beberapa saat lalu di Bandung marak pemberitaan tentang geng motor. Di Jogja sekitar tahun 80an sampai 90an bahkan sampai sekarang masih juga ditemui geng-geng yang berisi remaja lengkap dengan dinamika kenakalannya.Dengan sedikit pengetahuanku dan ingatanku aku mencoba menuliskan tentang dua geng besar yang sempat menguasai jalanan Yogyakarta,dua geng yang melegenda itu adalah QZRUH dan JOXZIN. Mari kita bahas dari berbagai factor.
*sejarah
QZRUH adalah singkatan dari Q-ta Zuka Ribut Untuk Hiburan.entahlah siapa yang pertama kali mendirikan.QZRUH sering disingkat dengan QZR atau cah Qezer.Secara teritori QZR menguasai wilayah utara Jogja. Tongkrongan yang diyakini tempat awal terbentuknya QZR adalah di bioskop President (sekarang Galeria Mall) dan wilayah Terban. Pentolannya disini adalah orang berinisial DRT (alm), nama yang melegenda di Jogja.
JOXZIN adalah singkatan dari Joxo Zinthing.Tetapi konon nama Joxzin berawal dari kata Pojox Benzin,yaitu tongkrongan anak2 Kauman yang nongkrong di pojok alun-alun. Joxzin sering disingkat dengan JXZ. Secara teritori daerah selatan Jogja mulai malioboro ke selatan dikuasai oleh JXZ. Sebutan yang cukup popular bagi JXZ adalah “cah 14” (yang sebenarnya berawal dari huruf JXZ yang mirip dengan angka 7X2) Pentolan-pentolan JXZ berasal dari Kauman dan Kota Gede.Beberapa nama yang melegenda adalah SRGT, CA, H dan banyak yang lain.
*Latar belakang social dan agama
-QZRUH sering diidentikkan dengan kaum berada,kaum berpunya,walaupun tidak semuanya benar.QZR diidentikkan dengan kaum mapan.Salah satu tongkrongan mereka yang elit adalah di diskotek CH (Crazy Horse).CH sekarang menjadi JJ(Jogja Jogja).Jalan Solo juga sempat menjadi kekuasaan QZR Sementara walaupun anggota QZR yang muslim tetaplah mendominasi tetapi anak2 non muslim cenderung memihak atau bergabung dengan QZR.Mungkin karena kebetulan warga nasrani memang lebih banyak yang tinggal di daerah utara. Selain itu juga karena pergaulan..Tidak mutlak yang nasrani bergabung dengan QZR,karena banyak anggota JXZ beragama nasrani.
-JOXZIN adalah kebalikan dari QZR.Kebanyakan anak2 JXZ adalah kaum menengah ke bawah walaupun banyak juga yang berada. Basis utama JXZ adalah para santri,mengingat daerah selatan memang terdapat banyak pesantren. Dengan latar belakang seperti itulah maka anak2 JXZ dikenal nekat dan kadang tanpa perhitungan.Tongkrongan mereka adalah di Kota Gede dan Kauman.
*Identitas
-Warna kebanggaan QZR adalah putih atau kadang merah. Jika motornya beratribut putih dapat dipastikan itu adalah motor QZR
Warna ijo pupus identik dengan JXZ.Jika ada konvoi motor berwarna ijo pupus,minggirlah daripada kena sangkur,bung!!!
* Afiliasi Politik
- QZR sering diidentikkan dengan pendukung PDI atau Golkar.Beberapa pentolan QZR memang menjadi anggota satgas partai tersebut. Bahkan pentolan-pentolan salah satu ormas Golkar,PP (Pemuda Pancasila) kabarnya adalah pentolan-pentolan QZR juga,tetapi untuk kebenarannya saya tidak tahu. Tetapi memang untuk partai PDI,satgasnya rata-rata adalah pentolan QZR.
- JXZ tentunya identik dengan partai hijau alias PPP. Kantung massa Joxzin adalah di Kauman,Kota Gede,dan Karangkajen yang mayoritas adalah kantung utama pendukung PPP. Satgas PPP adalah pentolan-pentolan JXZ.Tetapi sebagian anggota JXZ ada yang masuk ke PDI.Jarang sekali JXZ yang aktif di Golkar.
*Modus Operandi
- Konvoi
Bentrokan atau perkelahian QZR vs JXZ sering terjadi secara frontal. Biasanya mereka
memanfaatkan momen tertentu seperti tahun baru,takbiran,dsb. Dengan berkonvoi dan
tentunya siap senjata tajam mereka sering bertemu dan pastinya akan terjadi perang.
Yang sering terjadi adalah konvoi JXZ sering memasuki wilayah kekuasaan QZR.
Biasanya jalan Solo adalah sasaran serangan konvoi JXZ .Setelah berkonvoi di selatan
biasanya mereka melewati jalan Solo untuk memulai keributan.
Jarang terjadi QZR yang menyerang wilayah kekuasaan JXZ.
- Ninja
Cara ini sangat popular di kalangan gang. Sebutan ninja adalah kata lain dari menyerang musuh secara diam diam dan mendadak alias secara tiba-tiba tanpa musuh tahu. Dengan kata lain mereka membacok musuhnya dari belakang. Aku punya beberapa kenalan dari JXZ yang terkenal sebagai “Dokter Bedah JXZ” karena seringnya mereka melukai orang dengan bacokan pedang.
Modusnya adalah mereka menggunakan motor mengintai musuh dan membacok dari belakang. Aku pernah mendengar secara langsung dari mulut “Dokter Bedah” itu bahwa latihan mereka adalah membacok orang yang “pecicilan” di jalan,walaupun korban itu tidak bersalah.Latihan itu adalah ujian untuk memberanikan diri dan membuktikan diri sebagai “Dokter Bedah”
- Grafitti
Ini adalah cara paling dasar untuk menunjukkan eksistensi.Menulis grafitti nama gang mereka di tembok dengan cat atau pylox.Mereka konvoi dan menulis nama gang dengan huruf besar serta nama sendiri atau inisialnya di bawahnya atau sampingnya ,misalnya QZR Cebonx, JXZ kuntet, dll. Atau ketika konvoi kebetulan menemukan tulisan geng musuhnya maka mereka mencoretnya atau diberi tanda silang dengan pylox dan diganti dengan nama gengnya sendiri serta namanya.
Warna pyloxnya tetap hijau untuk JXZ, dan putih atau merah untuk QZR.
*Serba Serbi
- QZR sering meneriakkan slogan : 1 liter bensin 10 kepala Joxzin, Sekali tebas mati cah 14
- JXZ sering meneriakkan slogan : sekali kayuh 10 kepala Qzruh
- Kecamatan Wedi,Klaten pernah diobrak abrik oleh puluhan atau ratusan pemuda bermotor yang ditengarai adalah anggota QZR Prambanan.Gara-garanya ketika anggota QZR ngapel diganggu pemuda setempat.
- Di Muntilan juga seperti itu kejadiannya.
- Pernah terjadi keributan di diskotik CH yang mengakibatkan ditembaknya seorang pemuda yang ternyata anggota WARKOP (Warung Kopi/Warung Koboi)
- Underbouw QZR adalah geng sepeda ZARAF(ZRF)
- Underbouw JXZ sebelum HUMORIEZT(HRZ) nongol adalah geng sepeda KEPROEX (KPX)
- SMA yang sebagian besar basis massa QZR adalah BOSA(Bopkri I),BODA Bopkri (II) SMA 6,SMA 9
- SMA yang sebagian besar basis massa JXZ adalah MUHI (Muhammadyah I) , MUHA,dll
- Kesamaan QZR dan JXZ adalah rata-rata mereka anti etnis China hehe..
mungkin ada yang mau nambahin…tulisan diatas mungkin tidak lengkap dan tidak valid,karena hanya berdasar ingatan dan isu2 pada masa itu.
Cebonx @ mampang, 19 mei 2009
Susahnya Mengucap Maaf
Seminggu yang lalu aku belanja ke toko serba ada kepunyaan Perancis,Carrefour. Mungkin karena tanggal muda,banyak sekali yang belanja di toko serba ada ini.Selagi asyik memilih susu,tiba-tiba pantatku disenggol troly alias keranjang belanja dorongan yang berisi anak kecil.
Pendorong troly yang menyenggol pantatku itu hanya tersenyum. Aku memperingatkan,”Pak,hati-hati ya dorongnya.” Tidak ada sahutan,hanya senyuman yang keluar dari bibir bapak itu.Istrinya yang berada disampingnya melengos seolah tidak terjadi apa-apa. Aku diam saja,mencoba berpikir positif bahwa mungkin karena suasana ramai jadi dia tidak sengaja menyenggolku.
Aku meneruskan kegiatanku berbelanja. Ketika hendak mengambil sabun pencuci piring,di depanku seorang perempuan muda bersama ibunya secara santai memarkir trolynya di tengah lorong,benar-benar di tengah.Kemudian mereka berjalan memilih-milih sabun. Dengan sabar aku memindahkan troly itu supaya tidak menghalangi laju trolyku dan pengunjung yang lain.
Tetapi apa reaksi ibu itu? Meminta maaf? berterima kasih karena trolynya dipindahkan? Tidak kawan!!Justru ibu itu dengan muka cemberut bersungut sungut,”Kok,dipindahin sih trloynya?” Aku hanya nyengir sambil berkata,”Kalau naruh troly jangan ditengah jalan,Bu.” Ibu itu cemberut, anak perempuannya juga berlaku sama.Aku dan istriku hanya tersenyum melihat kegagalan ibu itu mendidik anaknya untuk berlaku menghormati orang lain.
Ternyata “ujian kesabaran” untukku belum selesai.Selesai belanja,ketika hendak turun eskalator pantatku ditabrak trloy lagi.Kali ini ibu muda dengan anak kecil di dalam trolynya. Aku menoleh ke belakang hendak marah,tetapi karena anak kecil di dalam troly itu ketakutan aku mengurungkan niatku untuk marah.Dengan senyum tersungging di bibirku,aku berkata,”Bu,hati-hati ya,pelan-pelan aja dorong trolynya.” Sekali lagi aku menerima respon yang mengecewakan.Ibu muda itu malah melengos,memalingkan muka ke tempat lain.Aku hanya tertawa dan berkata setengah berteriak,”Ya ampun malah cuek,dibilangin baik-baik juga.” Ibu itu malah mempercepat jalannya.
Ah,aku jadi berpikir apa susahnya mengucapkan kata “maaf” ketika kita melakukan kesalahan.
Dari ketiga kejadian di atas tadi aku langsung berpikir jahat bahwa mereka telah mengajarkan hal yang salah kepada anaknya.Jelas-jelas mereka (yang membawa anaknya) menabrakku,tetapi meminta maaf saja tidak.Mereka melakukan kesalahan tetapi tidak mau minta maaf.
Apakah begitu susah mengucap maaf.Jika kita melakukan kesalahan apakah bukan sebaiknya kita minta maaf.Bukankah dari ketika kita mulai mengenal sekolah,kita selalu diajarkan pendidikan moral.Hanya untuk menghormati orang lain saja susahnya bukan main.Apakah ini salah pendidikan,atau memang budaya kita seperti itu atau memang cara berpikir kita yang terlalu feodal,inginnya dihormati tetapi tidak mau menghormati.
Jika aku terlalu kasar menyebut orang-orang seperti mereka dengan sebutan “bodoh”,ya maafkan aku..Mengucap kata maaf saja kok susah…
Mampang,
060209@MBM
Semut Hitam : kaset pertama yg aku beli
Inilah album musik pertama yang aku beli. Aku beli kaset album ini saat aku masih duduk di SD. “Semut Hitam” adalah album dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1988.
Keinginan membeli kaset ini karena hasutan kakakku,Mas Sanda.Mas Sanda inilah yang mengenalkanku tentang musik rock.Aku dihasut untuk menabung uang jajan.mas sanda juga menabung.Setelah terkumpul akhirnya mas Sanda segera berangkat ke kota Klaten yang berjarak sekitar 10km dari kampungku.
Betapa senangnya ketika mas Sanda pulang membawa kaset God Bless ini.Mas Sanda membeli 3 kaset sekaligus,tapi aku lupa 2 kaset yang lainnya,kalo ngga salah kasetnya Nicky Astria,tapi aku lupa album yang mana.
Album ini sangat berkesan buatku.Selain karena ini kaset pertama yang aku beli,semua lagu di album ini adalah masterpice God Bless.Lihat saja susunan lagu2 di album ini :
Side A
1. “Kehidupan” (Jockie Surjoprajogo)
2. “Rumah Kita” (Ian Antono)
3. “Semut Hitam” (Donny F / Jockie S)
4. “Damai Yang Hilang” (Jockie S / Iwan Fals)
5. “Orang Dalam Kaca” (Jockie S / Iwan Fals)
Side B
1. “Ogut Suping” (Ian Antono / Remy Sylado)
2. “Suara Kita” (Jockie Suryoprayogo)
3. “Badut-Badut Jakarta” (Donny F / Ian Antono / Jockie S)
4. “Trauma” (Teddy S / Iwan Fals)
5. “Bla… Bla… Bla…” (Ian Antono / Remy Silado)
Lengkingan simbahnya gitaris Indonesia,Ian Antono memang sungguh dahsyat. Ahmad Albar dengan suaranya yang khas memang jadi roh God Bless.Jockie Surjoprajogo menurutku masih keybordis nomor satu di Indonesia.Donny Fattah dengan gayanya memetik bas yang khas memang tiada duanya.Gebukan drum Teddy Sujaya rancak bersemangat.
Album yang dahsyat menurutku. lagu Rumah Kita yang ada di album ini bahkan sampai sekarang masih sering dinyanyikan group band baru.
Memang God Bless adalah group rock Indonesia nomor satu (prog-rock).Namanya melegenda karena memang kemampuan bermusik mereka matang.Bahkan sampai sekarang mereka masih tetap eksis.Sebuah semangat yang luar biasa.Tidak saja musiknya yang bagus,tetapi lirik2nya pun bagus,memotret kehidupan sosial,kritis. Mendengarkan lagu2nya dan melihat sepak terjang God Bless ,kita menemukan semangat musik rock itu sendiri.
Kukejar prestasi itu, seribu langkah kupacu
Ayo lari… ya aku lari.. ayo lari…
mampang,200109@MBM
Berbagi Waktu Menggunakan Mesin ATM
Beberapa minggu lalu ada perkelahian antara seorang preman dan aparat berpakain tentara di pusat perbelanjaan di daerah Ciledug. Perkelahian tersebut dipicu oleh aparat yang dirasa teralu lama menggunakan mesin ATM, sementara pengguna lain yang antri lumayan panjang.
Perkelahian bermula ketika sang preman menggedor pintu ATM karena merasa pengguna ATM tersebut terlalu lama di dalam. Pria yang didalam yang ternyata adalah aparat merasa tidak terima,dan tanpa ba-bi-bu keluar menghaburkan kepalan tangannya ke arah sang preman tersebut. Merasa tindakannya benar preman tersebut melawan.Terjadi baku pukul tanpa ada orang yang berani memisahkan.Kemudian perkelahian itu lerai dengan sendirinya.Sang Preman mengumpat,”Jangan mentang- mentang aparat trus seenaknya,yang ngantri banyak nih.”
Aku yang mendengar cerita tersebut langsung tercenung dan berpikir,aku juga sering kesal dengan orang yang menggunakan mesin ATM terlalu lama sedangkan di belakangnya orang mengantri panjang. Aku sendiri mencoba untuk tidak berlama-lama di depan mesin ATM jika melihat pengantri di belakang banyak.
Aku pernah mengantri di ATM lama sekali karena di depanku seorang ibu melakukan banyak transaksi.Transfer,melakukan pembayaran.menarik tunai,dsb.Ibu itu keluar,dan aku menggerutu karena lama mengantri.Ibu itu bukannya minta maaf tetapi malah melotot seolah olah apa yang dilakukannya benar dan tidak mengganggu orang lain.
Memang benar sekarang ATM adalah mesin ajaib yang memudahkan kegiatan kita dalam melakukan transaksi apapun. Misalnya kita tidak perlu ke PLN untuk membayar listrik, tidak perlu ke Telkom untuk membayar tahigan telepon,tidak perlu ke kantor Pos untuk mengirim wesel.Tinggal berdiri di depan mesin ATM,pencet sana sini,dan selesailah tugas kita membayar tagihan ini itu.
Tetapi yang tidak kita sadari adalah kita sering berlama-lama menggunakan mesin ajaib tersebut tanpa mempedulikan orang di belakang kita yang antri. Aku sendiri kalau hendak melakukan banyak transakasi memilih melakukan dua atau tida transakasi,kemudian keluar dan antri lagi paling belakang untuk melakukan transaksi berikutnya.Kasihan orang yang sudah mengantri lama,siapa tahu orang dibelakangku sedang buru-buru untuk keperluan yang lebih mendesak.
Kejadian perkelahian preman dan aparat tadi menyadarkanku bahwa kita ini memang terlhir untuk menjadi egois,ingin menang sendiri,tidak perduli terhadap orang yang tidak kita kenal.Apalagi jika kita merasa mempunyai jabatan dan merasa lebih dari orang lain.Seperti tentara tadi yang mentang-mentang memakai seragam lalu bertindak seenaknya tanpa peduli orang lain.Seharusnya kita menyisihkan sedikit hati untuk peduli sesama,hati untuk toleran,hati untuk ewuh pekewuh.Kalau kita melaksanakan hal tersebut ketika menggunakan ATM tentu tidak akan terjadi perkelahian memalukan seperti tadi.Mesin ATM adalah fasilitas umum.Jika kita bisa saling berbagi,walaupun sekedar berbagi waktu di mesin ATM tentunya semangat berbagi tersebut akan bisa kita praktekkan di banyak hal dalam kehidupan kita.
Mampang,160109@MBM
Tukang Sindang

Setiap pagi aku berangkat kerja,aku selalu melihat orang yang membawa cangkul dan semacam pengki dari bambu.Mereka biasanya tidak sendiri,ada tiga orang atau lebih.Disepanjang jalan aku melihat mereka berjalan dengan cangkul disandang di bahu.Sebagian bersepatu,bersandal jepit bahkan telanjang kaki.Mereka disebut sebagai “Tukang Sindang”,kata lain dari tukang gali tanah. Mereka berjalan menawarkan jasa menggali tanah.
Aku tidak tahu bayaran mereka sehari berapa.Tetapi biasanya dengan sistem borongan,perhari rata-rata 30rb-45rb.
Entahlah,belakangan ini aku sering terharu melihat tukang sindang.Aku membayangkan mereka berjalan seharian kadang tanpa penghasilan.Belum tentu ada orang yang membutuhkan jasa mereka sehari itu.
Pernah aku menggunakan jasa tukang sindang,borongan sehari. Tetapi baru jam lima sore tukang sindang tersebut pamit pulang,padahal kesepakatannya selesai jam setengah 6 lewat. Ternyata dia buru-buru mau pulang karena rumahnya jauh,di Cikampek.
Setiap pagi dia naik kereta,turun di Stasiun Tanah Abang.Kemudian dia berjalan menjajakan dirinya untuk menggali tanah. Ah,jarak Tanah Abang ke rumahku di Ciledug bukanlah jarak yang dekat.AKu saja beberapa kali disuruh Oomku ke Tanah Abang naik kopaja saja rasanya males banget.Tetapi tukang sindang ini berjalan demi tuntutan perut.Ah,mau menangis rasanya aku membayangkan itu.
Setiap pagi aku melewati perumahan Permata Hijau.Di pertigaan taman perumahan mewah Permata Hijau,sebelum Hero.setiap pagi puluhan tuakng sindang duduk di taman tersebut. Mereka menunggu orang yang membutuhkan jasa mereka.Menunggu “order”,istilah mereka. Kadang ada truk atau mobil pick up yang mengangkut mereka untuk memanfaatkan jasa mereka untuk proyek perumahan,penggalian jalan untuk jaringan telpon,dsb.Tetapi sering mereka hanya merokok saja di taman atau sekedar ngobrol menunggu order yang tak kunjung datang.Berarti sehari itu mereka tidak mendapatkan uang.
Aku pernah membaca di harian Kompas,tukang Sindang yang “berkantor” di Permata Hijau itu berasal dari Brebes.Disini mereka mengontrak sebuah bedeng untuk ditinggali bersama.
Ah,kembali aku harus menahan tangis melihat perjuangan mereka bertahan hidup.Tetapi aku melihat mereka masih bisa tertawa di taman itu.Entah mereka menertawakan apa.Mungkin menertawakan nasib mereka,atau malah menertawakanku yang sedih melihat perjuangan mereka mencari makan.
Kembali aku mendapat pelajaran hidup dari mereka,orang-orang yang terpinggirkan secara sosial.
Dalam hati aku begitu bersyukur,betapa aku masih bisa makan enak di warung atau restoran tapa mengutang,masih bisa tidur nyenyak di kasur empuk,masih bisa naik kendaraan,masih bisa tertawa dengan perut kenyang tanpa memikir besok harus makan apa.
Tak terasa ada sedikit air di ujung mataku,sedikit,ya hanya sedikit.
Mampang,191208@MBM
Dua Garis Merah Sejajar
Dua garis merah berjajar itu sangat berarti bagiku
Dua garis yang sejajar apabila salah satu didirikan menjadi vertikal,kemudian pertengahan garis vertikal diletakkan diatas garis horizontal,maka akan membentuk salib atau tanda positif (+).
Kata positif adalah kata untuk menggambarkan pergerakan sesuatu hal yang menjadi bagus.Bisa juga untuk penggambaran sesuatu yang pasti.
Sedangkan satu garis horizontal saja yang membentuk tanda minus (-) adalah kebalikan dari penjelasan di atas.
Sesuatu yang positif tentu akan mendatangkan kegembiraan.
Begitu pula ketika bidadariku dengan senyum mengembang menunjukkan dua garis merah berjajar yang tertera pada suatu benda kecil tipis,pipih,agak panjang yang baru dibelinya dari apotik.
Dua garis merah itu muncul setelah dicelupkan ke air seninya.Betapa hebat tekhnologi.
Dua garis merah berjajar itulah yang telah memicu luapan kegembiraanku.Dua garis merah berjajar yang bersejarah.
Bebanku,ketakutanku,kecemasanku seketika menguap tak berbekas di depan dua garis merah berjajar itu.
Kupeluk bidadariku,tak terasa ada butiran hangat yang keluar dari sudut mataku.
Haru,bangga,bahagia membuncah…semua karena dua garis merah berjajar.
Mampang,
101208@MBM
Setiap Orang Harus Punya Cerita
Inspirasi bisa datang dari mana saja. Bagi para seniman inspirasi kadang datang dari berbagai macam perenungan atau bahkan muncul begitu saja. Beberapa kali aku mendapat inspirasi tentang hidup setelah bertemu dengan berbagai macam orang yang berbeda karakternya. Seringkali justru inspirasi hidup itu datang dari orang yang selama ini “susah atau tidak beruntung” menurut pandangan kita. Susah atau tidak beruntung disini berarti bahwa menurut kita orang itu berpenghasilan rebih rendah dari kita,kebih tidak berpendidikan dari kita,pokoknya tidak lebih dalam hal apapun dari kita.Sekali lagi itu menurut ukuran dan pandangan kita.
Sekali lagi aku mendapat pengalaman yang mengesankan dan menginspirasi justru dari seorang tukang cukur.Ya,seorang tukang cukur. Bukan tukang potong rambut di salon yang wangi dan mahal,tetapi tukang cukur di pinggir jalan.Dengan hanya membayar Rp.8000,- aku mendapat dua pelayanan istimewa. Pertama tentu saja rambutku menjadi lebih rapi. Yang kedua adalah inspirasi tentang semangat hidup yang luar biasa.
Sambil mencukur rambutku,tukang cukur itu bercerita tentang kehidupannya selama ini. Dia harus mengeluarkan delapan juta rupiah selama setahun untuk membayar kontrak kiosnya. Untuk tidur dan istirahat dia mengontrak rumah seharga sekitar enam ratus ribu rupiah sebulan yang dia tempati bersama beberapa temannya yang berprofesi sebagai sopir taxi. Keluarganya,istrinya dan anaknya tinggal di kampung di daerah Tasikmalaya. Dia bertemu anak istrinya sebulan atau dua bulan sekali setelah mengumpulkan uang.
Pak tukan cukur ini bercerita selepas SMA di Tasik dia hijrah ke jakarta bermodal keahlian menggunting rambut.Setelah berpindah-pindah kios akhirnya dia menyewa kios di Palmerah,dekat pasar Palmerah.Di situ peruntungannya mulai membaik,kiosnya banyak pelanggan.Kemudian dia menikah. Tetapi baru dua usia pernikahan,dia mulai dirundung masalah.Kiosnya dibakar massa dalam peristiwa kerusuhan 1997 yang memang sangat mengerikan itu. Dia tidak tahu kenapa kiosnya ikut dibakar,padahal dia merasa sebagai warga pribumi,warga Indonesia.Ternyata pembakar kiosnya, yang ternyata kenal sama tukang cukur itu, berdalih bahwa kios yang disewa tukang cukur itu milik warga Tionghoa,jadi harus ikut dibakar,dimusnahkan.Tukang cukur itu hanya sempat menyelematkan satu gunting dan satu sisir,benda yang sangat berharga baginya.
Kemudian dengan uang pinjaman dia berpindah-pindah kios untuk mencari pelanggan baru. Pernah buka kios di Grogol tetapi tidak bertahan lama karena sering dipalak atau dimintai uang secara paksa oleh preman-preman di sekitarnya.
Usahanya yang tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil.Sekarang dia sudah mendapat langganan tetap yang lumayan banyak,salah satunya adalah kepalaku yang aku relakan untuk dipegang dan dibabat rambutnya. Aku bertanya dalam satu hari memotong rambut berapa orang? “Paling sedikit 20 kepala,mas.” jawabnya. Dalam hati aku menghitung 20 kepala dikali 8 ribu rupiah dikali 26 hari kerja (dengan asumsi dalam seminggu libur sehari). Wah,jumlah yang lumayan banyak.
Kata-katanya yang paling kuingat adalah,”Setiap orang harus punya cerita mas.”
“Kalau lahir langsung kaya,langsung pintar,langsung punya uang banyak,langsung bahagia,itu ngga seru mas.Ngga ada yang bisa diceritakan ke anak cucu hehehe.Dengan perjuangan saya selama ini bertahan hidup,membuat saya lebih mensyukuri hidup.” kata-kata yang begitu sederhana tetapi dalam maknanya.
Perjuangannya untuk bertahan hidup hanya bermodalkan kebisaannya menggunting rambut dan semangat hidupnya telah menyentak psikisku. Kadang aku sering merasa tidak puas,merasa tidak mampu,takut sebelum melakukan sesuatu,padahal aku mempunyai kemampuan untuk melakukannya. Setelah mendengar cerita pak tukang cukur tersebut aku menjadi lebih tegar menghadapi hidup…
Mampang, Nov,27,08 @ MBM
Nggowes Polygon Premier
“Koh, brapa nih jadinya?” tanyaku.
“Ya udah khusus ama situ saya kasih harga murah. Aslinya harganya 1.795.000 lho.Situ boleh cek dimana aja. Saya ga mau ngambil untung banyak,tapi cuma nyari poin penjualan aja mas,”sahutnya meyakinkan.
“Ya udah, bungkus dah. kasih bonus apa nih koh?” tanyaku lagi.
” Situ saya kasih kunci gratis,sebentar saya pasangin.” tukas lelaki bermata sipit itu.
Itulah sekelumit obrolanku dengan pemilik toko sepeda yang juga agen resmi Polygon. Setelah kubayar,langsung kunaiki sepeda pilihanku itu untuk pulang ke rumah.
Bukan sekedar ngikutin trend,bukan sekedar ikutan lifestyle.bukan untuk ikutan bike 2 work,tetapi demi kesehatan adalah satu-satunya alasan aku nge-gowes sepeda. Sudah berbulan-bulan kuidamkan mengayuh pedal sepeda lagi. Sudah lama sekali aku tidak berolahraga di rumah. Jogging, badminton, sepakbola,dan futsal sudah jarang aku lakukan. Mau jogging setiap pagi rasanya males dan malu. Akhirnya pilihan untuk olahraga bersepeda sepertinya hal yang pas untukku.
Setiap pagi aku bangun lebih awal.Setelah cuci muka kukeluarkan polygon-ku.Penuh semangat kugowes pedal premier kesayanganku membelah jalanan.Ternyata menyenangkan sekali bisa kembali berolahraga pagi mengayuh pedal sepedaku. Sekitar lebih kurang satu jam berpeluh keringat menggowes,aku kembali ke rumah disambut senyuman manis sang permaisuri yang sudah menyiapkan jus buah segar. Aih, betapa menyenangkannya..
Mensana in corpore sano…mensana in corpore sano…
wed,221008 @ MBM