Putus (cerpen 100 kata)


“Putus!”
“Dengerin dulu sayang”pintaku menghiba.
“Ngga bisa,pokoknya putus!”jeritnya terisak.
“Ini kan hanya kesalahpahaman saja sayang”
“Putus!Kamu selalu berbohong”
“Siapa yang berbohong sayang,dengerin dulu dong”,bujukku.
Tangisnya semakin deras ditingkahi suara tetesan air hujan di ember biru di pojok kamarku yang atapnya bocor.
Kupeluk dia,kuusap guliran air matanya dengan punggung tanganku.
Kuusap lembut basah rambutnya.Menahan isak dia menatapku.
“Aku mau putus,kamu berbohong terus mas.”
“Maafkan aku sayang,aku memang salah”
“Aku benci kata maaf itu mas,aku kan minta sepatu warna pink dan kamu berjanji membelikanku.Kenapa ini warnanya biru?
“Tapi sayang aku kan…”
“Huh!Ngga ada tapi-tapian,kamu sudah berbohong lagi mas!”
“Dengerin dulu sayang..”
”Putus!”

cebonx
thursday@wds 3rd floor
nov’rain,17,’05

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s