Penampilan Kadang Menipu (Obrolan di Kereta)


Selama ini saya dan mungkin banyak orang sering mendeskripsikan sifat orang bahkan perkerjaannya hanya dilihat dari penampilan luarnya saja.
Misalnya cara berpakaian,pakaian yang dikenakannya,merek-merek yang menempel dibadannya seperti tas,sepatu,dll.
Hanya melihat sekilas penampilan orang kadang saya dan mungkin banyak orang langsung memvonis apakah orang itu kaya atau tidak,menyenangkan,menyebalkan,kampungan,sombong,dan lain sebagainya.
Kadang hanya melihat penampilan saja kita jadi malas untuk kenal,malas ngobrol,atau kita akan cari perhatian supaya bisa berkenalan dengan seseorang dengan penampilan terterntu.
Misalnya saya melihat cowok yang berpenampilan kemayu selalu mendeskripsikan bahwa orang itu suka sesama jenis,kerja di salon,desainer,tukang rias.

Kalau melihat orang yang penampilannya awut-awutan,memakai anting,bertato,asap rokok selalu mengepul dari bibirnya,maka saya akan memvonis bahwa orang itu preman,hidupnya ga bener,pengangguran,tukang palak,tukang mabok,dan lain sebagainya yang buruk-buruk.
Aku teringat sekitar dua tahun lalu saya pernah bertemu seseorang yang menjungkirbalikkan persepsi saya tentang penampilan seseorang.

Dalam perjalanan kereta api dari Klaten menuju Jakarta saya ngobrol dengan pemuda tanggung dengan penampilan yang “ndeso” sepatu kets putih,memakai topi,kaos oblong dan jelana jins murahan.
Serta merta aku menuduh bahwa profesi orang ini adalah tukang bangunan atau pedagang di pasar tradisional dan pasti tidak berkantong tebal.Setelah ngobrol basa-basi,dia bercerita bahwa dia bekerja di pasar induk Cipinang.
Nah!benar dugaan saya.
Kemudian dengan runut,dengan nada datar dia bercerita bahwa dia hanya membantu kakaknya berjualan jeruk.Kakaknya adalah agen jeruk di pasar tersebut.Pekerjaan pemuda tanggung tadi adalah bongkar muat jika jeruk yang dipesan dari jawa timur datang.Setelah itu dia menyetor jeruk itu ke sub agen dan pedagang-pedagang kecil lainnya.
Pekerjaan yang tidak membutuhkan sekolah untuk mempelajarinya.Tetapi yang membuat saya shock adalah pemuda tanggung itu mengaku penghasilannya sehari adalah 400ribu rupiah!!! Dia bercerita kalau lagi sepi paling sedikit dia mengantongi uang sekitar 200 ribu rupiah sehari.
Bangsat!bedebah!kutu kupret!Asu!dan sederet kata-kata kotor aku teriakkan dalam hati.Bagaimana mungkin pemuda kampung dengan penampilan ndeso-nya itu penghasilannya bisa sebesar itu.Pemuda ndeso itu bercerita kalau kakanya membeli jeruk dari Jawa timur itu dengan modal sekitar 19 juta rupiah sekali beli.setelah dijual kakaknya mengantongi keuntungan di atas 4 juta rupiah.
Setelah mendengar cerita pemuda ndeso tersebut persepsiku terhadap penampilan langsung jungkir balik,compang camping,cerai berai,babak belur,hancur lebur.
Masih banyak contoh lagi bahwa menilai seseorang dari penampilan luarnya adalah salah besar.Aku jadi teringat seorang kawan yang selalu memakai barang mahal di tubuhnya,dari baju,tas,sepatu,jam tangan,parfum selalu bermerek terkenal.Tetapi dia membelinya selalu dengan kartu kredit alias setiap bulan dia harus membayar cicilan kartu kredit.Dengan kata lain dan bahasa kasarnya kawan saya tadi membelinya dengan cara HUTANG.Tidak seperti pemuda yang penampilannya ndeso tadi.

wed,100808 @ mbm20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s