Pengakuan Dosa


Kisah ini terjadi ketika aku masih kelas 1 SMP.
Pada suatu pelajaran agama,guruku yang juga seorang Bruder menerangkan tentang pengakuan dosa.
Aku bertanya,”Apakah mengaku dosa itu suatu keharusan?”.
“Sebagai orang Katolik kita harus mengaku dosa”,jawab guruku.
“Kita mengaku dosa ke Pastor,kemudian pastor mengaku ke  siapa,Bruder?”tanyaku lagi.
“Pastor mengaku dosa ke Pastor kepala,trus ke kardinal,begitu seterusnya sampai akhirnya ke Sri Paus.” jawab guruku yang juga bruder itu dengan lembut.
“Lalu Paus mengaku dosa kepada siapa,Bruder”tanyaku lagi.
“Paus memohonkan pengampunan dosa-dosa kita kepada Tuhan.”jawab guruku agamaku yang juga seorang bruder.
“Jadi Paus mengaku dosa langsung kepada Tuhan ya Bruder”tanyaku lagi tak puas.
“Ya begitulah,karena Paus merupakan institusi tertinggi di hirarki Katolik.”jawab guru agamaku yang juga seorang bruder masih dengan lembut.
“O,kalau begitu mulai sekarang saya tidak akan mengaku dosa lagi kepada pastor,tetapi langsung kepada Tuhan.Sebab dosa yang saya perbuat akan saya pertanggungjawabkan langsung kepada Tuhan,bukan kepada pastor.”sahutku dengan mantap.
Walhasil,guru agamaku yang juga seorang bruder agak marah mendengar perkataanku dan sampai jam pelajaran agama berakhir beliau menerangkan lagi tentang pengakuan dosa secara lebih berapi-api dan dengan nada sedikit emosi.
Sejak itu pula aku tidak pernah mengaku dosa kepada pastor sampai sekarang.
Mampang,14Dec’07

One thought on “Pengakuan Dosa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s