Setiap Orang Harus Punya Cerita


32_barbershop_beautysalon_inv Inspirasi bisa datang dari mana saja. Bagi para seniman inspirasi kadang datang dari berbagai macam perenungan atau bahkan muncul begitu saja. Beberapa kali aku mendapat inspirasi tentang hidup setelah bertemu dengan berbagai macam orang yang berbeda karakternya. Seringkali justru inspirasi hidup itu datang dari orang yang selama ini “susah atau tidak beruntung” menurut pandangan kita. Susah atau tidak beruntung disini berarti bahwa menurut kita orang itu berpenghasilan rebih rendah dari kita,kebih tidak berpendidikan dari kita,pokoknya tidak lebih dalam hal apapun dari kita.Sekali lagi itu menurut ukuran dan pandangan kita.

Sekali lagi aku mendapat pengalaman yang mengesankan dan menginspirasi justru dari seorang tukang cukur.Ya,seorang tukang cukur. Bukan tukang potong rambut di salon yang wangi dan mahal,tetapi tukang cukur di pinggir jalan.Dengan hanya membayar Rp.8000,- aku mendapat dua pelayanan istimewa. Pertama tentu saja rambutku menjadi lebih rapi. Yang kedua adalah inspirasi tentang semangat hidup yang luar biasa.

Sambil mencukur rambutku,tukang cukur itu bercerita tentang kehidupannya selama ini. Dia harus mengeluarkan delapan juta rupiah selama setahun untuk membayar kontrak kiosnya. Untuk tidur dan istirahat dia mengontrak rumah seharga sekitar enam ratus ribu rupiah sebulan yang dia tempati bersama beberapa temannya yang berprofesi sebagai sopir taxi. Keluarganya,istrinya dan anaknya tinggal di kampung di daerah Tasikmalaya. Dia bertemu anak istrinya sebulan atau dua bulan sekali setelah mengumpulkan uang.

Pak tukan cukur ini bercerita selepas SMA di Tasik dia hijrah ke jakarta bermodal keahlian menggunting rambut.Setelah berpindah-pindah kios akhirnya dia menyewa kios di Palmerah,dekat pasar Palmerah.Di situ peruntungannya mulai membaik,kiosnya banyak pelanggan.Kemudian dia menikah. Tetapi baru dua usia pernikahan,dia mulai dirundung masalah.Kiosnya dibakar massa dalam peristiwa kerusuhan 1997 yang memang sangat mengerikan itu. Dia tidak tahu kenapa kiosnya ikut dibakar,padahal dia merasa sebagai warga pribumi,warga Indonesia.Ternyata pembakar kiosnya, yang ternyata kenal sama tukang cukur itu, berdalih bahwa kios yang disewa tukang cukur itu milik warga Tionghoa,jadi harus ikut dibakar,dimusnahkan.Tukang cukur itu hanya sempat menyelematkan satu gunting dan satu sisir,benda yang sangat berharga baginya.

Kemudian dengan uang pinjaman dia berpindah-pindah kios untuk mencari pelanggan baru. Pernah buka kios di Grogol tetapi tidak bertahan lama karena sering dipalak atau dimintai uang secara paksa oleh preman-preman di sekitarnya.

Usahanya yang tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil.Sekarang dia sudah mendapat langganan tetap yang lumayan banyak,salah satunya adalah kepalaku yang aku relakan untuk dipegang dan dibabat rambutnya. Aku bertanya dalam satu hari memotong rambut berapa orang? “Paling sedikit 20 kepala,mas.” jawabnya. Dalam hati aku menghitung 20 kepala dikali 8 ribu rupiah dikali 26 hari kerja (dengan asumsi dalam seminggu libur sehari). Wah,jumlah yang lumayan banyak.

Kata-katanya yang paling kuingat adalah,”Setiap orang harus punya cerita mas.”

“Kalau lahir langsung kaya,langsung pintar,langsung punya uang banyak,langsung bahagia,itu ngga seru mas.Ngga ada yang bisa diceritakan ke anak cucu hehehe.Dengan perjuangan saya selama ini bertahan hidup,membuat saya lebih mensyukuri hidup.” kata-kata yang begitu sederhana tetapi dalam maknanya.

Perjuangannya untuk bertahan hidup hanya bermodalkan kebisaannya menggunting rambut dan semangat hidupnya telah menyentak psikisku. Kadang aku sering merasa tidak puas,merasa tidak mampu,takut sebelum melakukan sesuatu,padahal aku mempunyai kemampuan untuk melakukannya. Setelah mendengar cerita pak tukang cukur tersebut aku menjadi lebih tegar menghadapi hidup…

Mampang,  Nov,27,08 @ MBM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s