Berbagi Waktu Menggunakan Mesin ATM


ATM Beberapa minggu lalu ada perkelahian antara seorang preman dan aparat berpakain tentara di pusat perbelanjaan di daerah Ciledug. Perkelahian tersebut dipicu oleh aparat yang dirasa teralu lama menggunakan mesin ATM, sementara pengguna lain yang antri lumayan panjang.
Perkelahian bermula ketika sang preman menggedor pintu ATM karena merasa pengguna ATM tersebut terlalu lama di dalam. Pria yang didalam yang ternyata adalah aparat merasa tidak terima,dan tanpa ba-bi-bu keluar menghaburkan kepalan tangannya ke arah sang preman tersebut. Merasa tindakannya benar preman tersebut melawan.Terjadi baku pukul tanpa ada orang yang berani memisahkan.Kemudian perkelahian itu lerai dengan sendirinya.Sang Preman mengumpat,”Jangan mentang- mentang aparat trus seenaknya,yang ngantri banyak nih.”

Aku yang mendengar cerita tersebut langsung tercenung dan berpikir,aku juga sering kesal dengan orang yang menggunakan mesin ATM terlalu lama sedangkan di belakangnya orang mengantri panjang. Aku sendiri mencoba untuk tidak berlama-lama di depan mesin ATM jika melihat pengantri di belakang banyak.
Aku pernah mengantri di ATM lama sekali karena di depanku seorang ibu melakukan banyak transaksi.Transfer,melakukan pembayaran.menarik tunai,dsb.Ibu itu keluar,dan aku menggerutu karena lama mengantri.Ibu itu bukannya minta maaf tetapi malah melotot seolah olah apa yang dilakukannya benar dan tidak mengganggu orang lain.
Memang benar sekarang ATM adalah mesin ajaib yang memudahkan kegiatan kita dalam melakukan transaksi apapun. Misalnya kita tidak perlu ke PLN untuk membayar listrik, tidak perlu ke Telkom untuk membayar tahigan telepon,tidak perlu ke kantor Pos untuk mengirim wesel.Tinggal berdiri di depan mesin ATM,pencet sana sini,dan selesailah tugas kita membayar tagihan ini itu.
Tetapi yang tidak kita sadari adalah kita sering berlama-lama menggunakan mesin ajaib tersebut tanpa mempedulikan orang di belakang kita yang antri. Aku sendiri kalau hendak melakukan banyak transakasi memilih melakukan dua atau tida transakasi,kemudian keluar dan antri lagi paling belakang untuk melakukan transaksi berikutnya.Kasihan orang yang sudah mengantri lama,siapa tahu orang dibelakangku sedang buru-buru untuk keperluan yang lebih mendesak.

Kejadian perkelahian preman dan aparat tadi menyadarkanku bahwa kita ini memang terlhir untuk menjadi egois,ingin menang sendiri,tidak perduli terhadap orang yang tidak kita kenal.Apalagi jika kita merasa mempunyai jabatan dan merasa lebih dari orang lain.Seperti tentara tadi yang mentang-mentang memakai seragam lalu bertindak seenaknya tanpa peduli orang lain.Seharusnya kita menyisihkan sedikit hati untuk peduli sesama,hati untuk toleran,hati untuk ewuh pekewuh.Kalau kita melaksanakan hal tersebut ketika menggunakan ATM tentu tidak akan terjadi perkelahian memalukan seperti tadi.Mesin ATM adalah fasilitas umum.Jika kita bisa saling berbagi,walaupun sekedar berbagi waktu di mesin ATM tentunya semangat berbagi tersebut akan bisa kita praktekkan di banyak hal dalam kehidupan kita.

Mampang,160109@MBM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s