Standing Ovation Untuk Ryan Giggs


giggs-man

Stadion Old Trafford bergemuruh ketika Ryan Giggs melangkah keluar dari lorong pemain dan memasuki lapangan. Standing ovation dan nyanyian untuk sang legenda berkumandang. Ryan Giggs membalas sanjungan itu dengan tepuk tangan dan senyum yang mengembang. Sore yang bersejarah untuk pria asal Wales tersebut.Debut Giggs sebagai manajer sementara Manchester United berakhir sempurna.

Janji Ryan Giggs untuk mengembalikan ruh permainan Manchester United yaitu bermain menyerang, menghibur, dan penuh semangat akhirnya tunai sudah. Kemenangan 4-0 atas Norwich City membuat publik Old Trafford dan penggemar Manchester United di seluruh dunia mulai tersenyum kembali. Bukan soal kemenangan saja yang membuat fans Setan Merah bahagia, tetapi cara tim mendapatkan kemenangan di bawah racikan Giggs itulah yang membuat anggapan memilih Moyes sebagai manajer pengganti Sir Alex Ferguson itu benar adanya.

Harapan besar di bebankan kepada Ryan Giggs untuk mengembalikan ruh permainan Manchester United yang sebenarnya pasca pemecatan David Moyes. Prestasi Setan Merah yang jeblok di bawah asuhan Moyes membuat mental pemain klub yang menjadi kampiun tahun lalu anjlok sampai titik terbawah. Tugas Giggs sebagai manajer sementara sampai musim berakhir adalah membangkitkan mental pemain. Bukan hal yang mudah tentunya.

Giggs menerima beban itu dengan senang hati.Pengabdian kepada klub yang ia cintai ini melatar belakangi keputusannya menerima beban tersebut. “”Ketika klub meminta saya untuk menangani United di empat pertandingan tersisa, saya sedikitpun tidak ragu mengatakan iya,”ucap Giggs

“Ini adalah momen paling membanggakan dalam hidupku. Saya sudah mendukung Manchester United selama hidupku, dan saya sudah terikat dengan klub ini sejak saya masih sekolah .Saya telah menjadi bagian klub sejak berusia 13 tahun. Saya bangga, saya senang, walaupun agak gugup dan tentunya seperti halnya bermain, saya tidak sabar menunggu pertandingan,” ujar Giggs.

Giggs langsung mencanangkan untuk mengembalikan permainan Manchester United ke gaya yang selama ini di usung,menyerang,menguasai penguasaan bola,kreatif dan bermain dan penuh determinasi.

“Ini waktunya untuk bermain seperti Manchester United.” Ujar Giggs. Tentu yang dimaksud bermain seperti Manchester United adalah bermain seperti ketika Setan Merah masih di latih oleh Sir Alex Ferguson.

Selama karirnya sebagai pemain di Manchester United,Ryan Giggs hanya di latih oleh satu pelatih yaitu Ferguson sebelum di gantikan Moyes selama 10 bulan. Tentu filosofi bermain yang di tanamkan Ferguson ke United itulah yang akan coba di terapkan oleh Giggs. Hal itulah tentunya yang menjadi pertimbangan dewan klub untuk menunjuk Giggs menggantikan Moyes sebagai manajer dalam empat pertandingan sisa. Hanya orang yang mengerti Manchester United yang akan bisa mengembalikan pamor mereka. Giggs adalah orangnya.

Ferguson pun ikut mendukung keputusan klub untuk mengangkat Giggs sebagai manajer interim. “Giggs layak menempati posisi itu. Dia punya pengalaman 20 tahun di klub ini. Dia pernah mengalami pasang surut klub ini. .Hatinya ada disini Dia sangat paham apa yang dibutuhkan Manchester United,” dukung Ferguson.

Giggs bergerak cepat dengan mengajak karibnya Paul Scholes,Nicky Butt,dan Phil Neville untuk membantunya membesut tim. Mereka bukanlah orang asing di Old Trafford. Mereka berempat adalah pelaku sejarah dari generasi emas Manchester United yang legendaris itu, “The Class of 92” . Mereka adalah anak didik langsung dari sang pembuat sejarah United, Sir Alex Ferguson. Neville sebelumnya adalah asisten Moyes,sedangkan Scholes pernah diajak Moyes untuk membantunya tetapi Scholes menolaknya. Berempat mereka mencoba mengembalikan mental juara pemain United.

“Selama empat laga terakhir ini, saya ingin mengembalikan hal yang positif, membawa senyum ke setiap wajah. Mari tampil menghibur, mencetak banyak gol, melakukan tekel, bermain cepat dan mengatur tempo permainan, tapi yang terpenting nikmati permainan ” ujar Giggs.

Semangat dan menikmati permainan,ya itu kata kuncinya. Di bawah asuhan Moyes,semangat United yang pantang menyerah seakan menguap. Beberapa pemain bahkan merasa kurang menikmati permainan. Transisi dari pola bermain 4-4-2 yang di terapkan Ferguson menjadi 4-2-3-1 andalan Moyes memang menimbulkan masalah. Bahkan Kagawa yang musim lalu menjadi andalan Fergie pun harus bergeser ke sayap kiri yang bukan posisi idealnya. Pendekatan Moyes kepada pemainnya juga sangat berbeda dari Fergie.

Racikan strategi Giggs saat pertandingan melawan Norwich itu mengembalikan ingatan kepada gaya Ferguson. Semangat pemain yang menggebu, kreatif dalam membongkar pertahanan lawan, pantang menyerah dan menikmati pertandingan menjadi penentu kemenangan.

Wayne Rooney yang menyumbang dua gol tak lupa memuji kinerja Giggs. “Dia memang tercipta untuk menjadi seorang manajer. Saya rasa, Giggs punya segala syarat untuk menjadi bos kami berikutnya,”sanjung Wazza.

Juan Mata pun tampak nyaman dengan racikan Giggs, Mata ikut menyumbang dua gol kemenangan. ”Sangat menyenangkan bermain di bawah arahan Giggs. Dia produk asli United. Dia terlahir di sini. Saya sangat nyaman bersamanya,”puji Mata.

Paul Jones pun tak ketinggalan melontarkan sanjungan, “ Giggs adalah United. Dia adalah seorang legenda. Saya tahu dia akan menjadi manajer yang hebat.”

Dalam sebuah tim kepercayaan pemain kepada manajer adalah hal mutlak bagi pemain untuk bisa tampil maksimal. Posisi Giggs yang juga masih tercatat sebagai pemain aktif di tim ikut memudahkan pemain lain untuk memahami visi Giggs.

Memang satu pertandingan belum bisa menjadi tolok ukur apakah Giggs memang cocok dan layak menangani klub sebesar Manchester United.Tetapi hasil pertandingan dan cara bermain Manchester United sudah mengembalikan senyum pemain dan penggemar Manchester United. Standing ovation di awal dan akhir laga untuk seorang legenda seperti Ryan Giggs yang setia mengabdi sebagai pemain ataupun manajer untuk satu-satunya klub yang ia bela dan cintai itu memang sangat layak di berikan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s